PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis <p>Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial is one of the journals managed by the Insan Cipta Medan Foundation.Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial provides opportunities for every academic (both lecturers, teachers, students and other researchers) who will publish their best writings. In general, this journal contains various scientific discussions on research and social science education, both conceptual and research results. Writings to be published must go through procedures that have been agreed upon by the management of Jurnal Pendis so that the resulting articles have good results and impacts on the world of education. Jurnal Pendis is published three times a year (April, August, and December), so it is expected to accommodate more articles that are expected to contribute to the development of science, especially in the field of social science education.</p> en-US toniandrionasution@gmail.com (Toni Nasution, M.Pd) gumarpi19@gmail.com (Gumarpi Rahis Pasaribu) Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 GATEKEEPING DALAM JURNALISME TELEVISI. STUDI LITERATUR TENTANG PRAKTIK REDAKSI KOMPASTV https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/637 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan praktik gatekeeping dalam jurnalisme televisi melalui studi literatur, dengan fokus pada posisi KompasTV dalam konteks jurnalisme televisi Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah dan buku akademik terbitan tahun 2018 ke atas yang membahas teori gatekeeping, praktik redaksi televisi, serta kajian empiris tentang KompasTV. Hasil kajian menunjukkan bahwa gatekeeping dipahami sebagai proses keputusan berlapis yang melibatkan individu jurnalis, rutinitas redaksi, kebijakan organisasi, serta pengaruh eksternal dan ideologis media. Dalam jurnalisme televisi, praktik gatekeeping dipengaruhi oleh keterbatasan durasi siaran, tuntutan visual, dan tekanan kecepatan produksi berita. Literatur juga menunjukkan bahwa KompasTV diposisikan sebagai media televisi berita yang relatif konsisten menjaga kontrol editorial dan standar jurnalistik, meskipun beradaptasi dengan konvergensi media dan platform digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif yang mengintegrasikan teori gatekeeping mutakhir dengan temuan empiris jurnalisme televisi dan kajian tentang KompasTV, sehingga memberikan pemahaman konseptual mengenai gatekeeping sebagai sistem keputusan redaksional yang adaptif dalam jurnalisme televisi Indonesia.</p> Raja Khairanda Siregar, Muhammad Hasbi Maulana, Hasan Sazali Copyright (c) 2025 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/637 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0700 PERAN SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI PENDIDIKAN SOSIAL DI ERA MASYARAKAT DIGITAL https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/631 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan. Kondisi ini menuntut sekolah untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menanamkan nilai pendidikan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sekolah dalam menanamkan nilai pendidikan sosial di era masyarakat digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan penting dalam menanamkan nilai pendidikan sosial melalui integrasi pembelajaran berbasis digital, pembiasaan etika digital, serta penguatan budaya sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Nilai-nilai sosial seperti tanggung jawab, toleransi, kerja sama, empati, dan etika berkomunikasi di ruang digital ditanamkan melalui pembelajaran kolaboratif, keteladanan guru, serta penerapan aturan penggunaan teknologi secara bijaksana. Meskipun masih ditemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan tingkat literasi digital peserta didik dan pengaruh lingkungan luar sekolah, peran sekolah tetap menunjukkan efektivitas apabila didukung oleh komitmen guru, kebijakan sekolah yang konsisten, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran sosial yang kuat di era masyarakat digital.</p> Rusfandi Copyright (c) 2025 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/631 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0700 PENGARUH PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH DI SEKOLAH, TERHADAP CINTA TANAH AIR https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/629 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran bahasa daerah di sekolah terhadap penumbuhan sikap cinta tanah air peserta didik. Bahasa daerah dipandang sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa yang memiliki peran strategis dalam penguatan identitas nasional melalui jalur pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam kontribusi pembelajaran bahasa daerah terhadap pembentukan sikap nasionalisme peserta didik. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah di Provinsi Sumatera Utara yang menerapkan pembelajaran bahasa daerah sebagai muatan lokal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa daerah memberikan pengaruh positif terhadap sikap cinta tanah air peserta didik. Nilai-nilai cinta tanah air diinternalisasikan melalui materi pembelajaran berupa cerita rakyat, ungkapan adat, dan praktik kebahasaan tradisional yang sarat dengan nilai budaya lokal. Meskipun demikian, pembelajaran bahasa daerah masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya variasi media pembelajaran, serta perbedaan latar belakang kebahasaan peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa daerah perlu dioptimalkan sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk memperkuat rasa cinta tanah air yang berbasis pada keberagaman budaya bangsa.</p> Zainuddin, Nanda Dwi Astri, Gumarpi Rahis Pasaribu Copyright (c) 2025 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/629 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0700 KONDISI GENERASI MILENIAL DI DESA BARU KECAMATAN PANCUR BATU GUNA MENCAPAI GOOD CITIZENSHIP https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/37 <p>Generasi Millenial adalah generasi yang tidak memiliki batas waktu yang pasti untuk awal atau akhir dari era generasi ini. Namun para peneliti serta ahli biasanya menggunakan batas waktu untuk mengelompokkan generasi millenial mulai awal tahun 80-an ke atas dengan karakter berani, inovatif, dan modern. Dalam generasi ini banyak diperbincangkan mulai dari segi pendidikan, moral dan budaya, etika kerja, pertahanan mental, serta kemudahan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi generasi millenial serta faktor yang mempengaruhi moral generasi millenial di Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu guna untuk mewujudkan good citizenship. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dan data yang diperoleh dari wawancara secara langsung di lokasi penelitian dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik. Adapun informan yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 20 orang generasi millenial khususnya generasi Z yang berusia antara 14-19 tahun. Instrumen penelitian berupa panduan wawancara terstruktur kepada narasumber yang pertama berkaitan dengan demografi, meliputi nama, usia, jenis keamin, dan jenjang pendidikan. Kemudian menangkap persepsi orang-orang yang sedang diwawancarai tentang perilaku dan kondisi secara pribadi serta lingkungannya sebagai generasi Z. Hasil dari penelitian dapat disimpukan bahwa kondisi generasi millenial di Desa Baru terlihat masih kurang baik dari segi moral dan akhlak nya yang disebabkan oleh gadget, pengaruh lingkungan pertemanan atau teman sebayanya, dan pola asuh orang tua. </p> Angga_Dwi_Prasetyo Kelompok 1, Wasiyem Copyright (c) 2023 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/37 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 ANALISIS ISI PEMBERITAAN RRI MEDAN TERHADAP ISU BENCANA ALAM SUMATERA UTARA https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/636 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pemberitaan daring Radio Republik Indonesia (RRI) Medan terkait isu bencana alam di Sumatera Utara. Media online memiliki peran strategis dalam komunikasi kebencanaan, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan mitigasi risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif untuk mengkaji fokus pemberitaan, narasi, serta peran media dalam menyampaikan informasi kebencanaan. Objek analisis difokuskan pada berita “Relawan Independen Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir” yang dipublikasikan di kanal daring RRI Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI Medan cenderung menekankan aspek human interest dengan menyoroti peran relawan dan kondisi psikologis anak sebagai kelompok rentan pascabencana. Pemberitaan bersifat informatif dan edukatif, disampaikan dengan bahasa yang empatik dan tidak sensasional, mencerminkan prinsip jurnalisme bencana dan karakter media publik. Namun, aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana masih kurang mendapat perhatian, karena fokus pemberitaan lebih dominan pada fase pascabencana dan rehabilitasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RRI Medan berperan positif dalam pelayanan informasi publik kebencanaan, tetapi perlu memperkuat konten mitigatif untuk mendukung pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.</p> Susansi Jambak, Ghefira Nur Azzahra, Ahmad Nabawi, Hasan Sazali Copyright (c) 2025 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/636 Wed, 28 Jan 2026 00:00:00 +0700 PENDIDIKAN SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN KARAKTER DAN SOLIDARITAS SOSIAL https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/630 <p>Pendidikan sosial memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan memperkuat solidaritas sosial peserta didik di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi, arus globalisasi, serta perubahan pola interaksi sosial menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan perilaku sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan sosial sebagai instrumen penguatan karakter dan solidaritas sosial peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pendidikan sosial. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sosial telah diimplementasikan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran, kegiatan sekolah, dan budaya sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi positif terhadap penguatan karakter peserta didik, khususnya dalam aspek tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kerja sama, toleransi, dan kepedulian sosial. Selain itu, pendidikan sosial juga berperan dalam membangun solidaritas sosial yang tercermin dari meningkatnya rasa kebersamaan, sikap saling menghargai perbedaan, serta kesediaan peserta didik untuk saling membantu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan latar belakang peserta didik, pendidikan sosial tetap menunjukkan efektivitas apabila didukung oleh komitmen guru dan kebijakan sekolah yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan sosial merupakan instrumen penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter kuat dan memiliki solidaritas sosial tinggi, sehingga perlu dikembangkan secara berkelanjutan dalam sistem pendidikan.</p> Wenselinus Nong Kardinus Copyright (c) 2025 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/630 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0700 HAKIKAT KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN: ANALISIS PERAN, FUNGSI, DAN TANTANGAN DI ERA MODERN https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/617 <p>Penelitian ini mengkaji hakikat kepemimpinan dalam pendidikan melalui survei literatur dengan penekanan pada peran, fungsi, dan tantangan yang dihadapi administrator sekolah saat ini. Fungsi untuk meningkatkan kualitas pengajaran, memenuhi misi sekolah, dan mendorong potensi semua komponen pendidikan, kepemimpinan pendidikan memainkan peran penting sebagai katalis perubahan. Untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan efektif, fungsi kepemimpinan mengintegrasikan aspek manajerial, instruksional, dan transformasional. Pada masa kini, administrator sekolah menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti adaptasi teknologi digital, manajemen keberagaman, tuntutan kompetensi abad ke-21, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan menyeimbangkan standar akademik dengan pengembangan karakter siswa. Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan efektif membutuhkan kombinasi keterampilan profesional, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan kepemimpinan distributif yang mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan. Studi ini menyoroti pentingnya mengembangkan model kepemimpinan pendidikan yang responsif, visioner, dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan pendidikan kontemporer sambil mempertahankan standar mutu pembelajaran yang tinggi.</p> Rahmi Audina Putri, Lisa Rahmania Dewi, Dedek Rahmi Suci, Belia Ismiarefa, Mulyadi Copyright (c) 2026 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) https://jurnal.insanciptamedan.or.id/index.php/pendis/article/view/617 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0700